Showing posts with label TUMBUH KEMBANG ANAK. Show all posts
Showing posts with label TUMBUH KEMBANG ANAK. Show all posts

Thursday, June 21, 2018

 Anak Susah Makan (Anoreksi)

Nafsu makan hilang pada anak akan menyebabkan makan sedikit serta melewatkan waktu makan. Nafsu makan anak di kendalihkan oleh kebutuhan energi anak tersebut. Anak yang tidak aktif makanya lebih sedikit dari anak yang aktif.

Ganguan nafsu makan dapat diakibatkan oleh :

  1. Gangguan pencernaan
  2. Sedang konsumsi obat obatan 
  3. Infeksi virus atau flu
  4. Anemia kekurangan zat besi
  5. Anak berusia 2 tahun hilangnya nafsu makan wajar karna pada usia tersebut laju pertumbuhan relatif lambat
  6. Tumbu gigi
Anjuran untuk bunda bila mengalami nafsu makan anak berkurang :

  1. Buat makanan kesukaan anaknya
  2. Membuat makanan yang menarik untuk dilihat tapi tetap bergizi
  3. Memberi makan sedikit tapi sering
  4. Tingkatkan aktifitas anak
  5. Kaji penyebab nafsu makan anak hilang
  6. Memberi vitamin dan suplemen
Pemberian terapi :

  1. Memberi vitamin mengandung Vitamin B1 dan B12
  2. Memberi perangsang nafsu makan seperti Apecur, Curfos, Curvit, Vitacur
  3. Memberikan suplemen  seperti Curcuma,Sanmino, Vegablend



Friday, February 12, 2016

TUMBUH KEMBANG ANAK 6-12 TAHUN




                TUMBUH KEMBANG ANAK




A. Usia Sekolah ( 6-12 tahun)


a. Perumbuhan fisik

Berat badan meningkat sekitar 2-3 kg/thn sedangkan untuk tinggibadan setelahumur 7 tahun akan bertambah 5 cm setiap tahunnya dan pada usia 13 tahun panjangnya tiga kali dari panjang lahir. Pada saat mendekati usia 6 tahun mulai kehilangan giginya ( rontok ). Biasanya pada awal usia sekolah gigi geraham mulai timbuh, sedangkan pada usia 12 tahun system saraf lebih kompleks dan mampu menulis naskah.


b. Perkembangan

1)     Perkembangan psikososial

Pada usia sekolah anak mengalami perubahan pergaulan dilingkungan sekolah atau masyarakat, sehingga anak-anak tersebut mulai hidup dengan bebas dan mencari tujuan serta tingkah laku diluar rumah. Pada saat usia ini anak belajar untuk menghasilkan sesuatu dan miulai untuk mengeksplor keinginan seperti mengkoleksi binatang peliharaan dan bermain kartu. Anak usia sekolah membutuhkan pengetahuan untuk keberhasilan mereka, contohnya dalam hal prestasi belajar, partisipasi kelompok dalam mengembangkan ketrampilan olah raga .


Jika sesorang anak tidak dapat meningkatkan prestasi sesuai harapan orang tua, saat itulah pertamakali anak belajar mengalami kegagalan dan bereaksi dengan anisietas dan bermusuhan.

2)       Perkembangan kognitif

Anak pada usia sekolah biasanya menggunakan kalimat induktif “sebab” untuk memecahkan masalah yang baru, dapat mengerti peristiwa yang terjasi, dapat menggunakan logika yang simple seperti masa volume berat, serta menguasai dasar-dasar matematika.


3)       Perkembangan motorik

Pada anak usia 8 tahun dapat bekajar untuk menulis dengan tangan, misalmnya : menulis angka dan huruf dengan teliti, menggambar dan mewarnai, anak usia ini juga dapat mengerjakan pekerjaan rumah, berlari, melomp[at, mengendarai sepeda, berenag dan menikuti gerakan yang diajarikan seperti menari.

Remaja ( adolesecence )

Secara psikologis masa remaja adalah usia dimana individu itu berinteraksi dengan masyarakat dewasa. Dalam periode ini terjadi masa transisi dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, baik fisik dan perilaku maupun sifat, dalam periode ini akan terjadi perubahan yang terceoat dan universal seperti:

1). Meningkatkan emosi

2). Perubahan bentuk tubuh

3). Berubahnya pola perilaku

Pada periode remaja mereka berusaha unutk mencari identitas diri yang menjelaskan siapakah dirinya dan apakah perannya dalam masyarakat. Pada periode ini mereka sudah mulai memikirkan cita-cita untuk masa derpannya.


1)     Pertumubuhan fisik

Pertumbuhan berat badan seiring dengan tinggi badan. Wanita pada umur 10-14 tahun berat badannya akan bertambah 7-25 kg dengan rata-rata 17,5 kg, sedangakan tinggi badanya akana bertamabah 5-25 cm kira-kira 95% dari tinggi badan yang dicapai pada permulaaan mensturaai sekitar umur 13 tahun dan rata-rata akan bertambah 20,5 cm, sedangkan untuk laki-laki pada umur 11-14 tahun berat badannya akan be4rtambah 7-30 kg dengan rata-rata23,7 kg, sedangkan untuk pertambahan tinggi badan yang paling puncak adalah pada umur 15 tahun dengan rata-rata 27,5cm.

Proporsi tubuh

Bentuk tubuh seseorang dipenagruhi oleh banyak sedikitnya makanan yang dikonsumsi dan genetic orang tuanya.

Organ seks

Organ seks laki-laki dengan perempuan mencapai ukuran yang matang pada akhir remaja tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian.


2).   Perkembangan kognitif

Perkembangan kognitf pada manusia terjadi pada umur 12-15 tahun, mereka akan mengembangkan  keterampilan, kemampuan, kerja  sama  dan komunikasi untuk membuat rencan menuju masa depannya.


B. Pola Tumbuh kembang
1.   Directional trends

a.   Cephalocaudal  kepal mengalami perkembangan pertama, lebih  besar dan bersifat kompleks. Semakin kearah tubuh bagian bawah semakion kecil terbentuk pada tahap elanjutnya. Misalnya bayi terlebih dulu bias mengontrol kepalanya dari pada ekstremitasnya.

b.   Proximodistal perkembngan dimulai dari pusat tubuh (midline) kebagian yang menjauhi tubuh (perifer).

c.    Differentition Perkembangan dari yang sederhana kefungsi dan aktivitas yang lebih kompleks. Perkembangan ini mencakup fisik, mental, social dan emosionnal.

2.   Sequential ternds

Perkembngan ini sesuai dengan prinsip dan kontinyu dimana anak akan memulai tahap perkembangan. Setiap tahapan awal akan mempengaruhi tahapan berikutnya. Hal ini dapat dilihat darikemampuan motorik. Misalmya bayi akan beklajar mengarak sebelum berdiri dan berjalan.

3.   Development pace

Kecepatan perkembangan setiap anak berbeda. Perkembangana palaing cepat sebelum dan sesudah lahir sampai dengan easrly childhood, kemudian akan meningkatkan kembali setelah masda adolesense dan berhenti pada masa early adulthood.

4.   Sensitive periods

Periode dimana individu lebih mudah dipengaruhi oleh hal-hal baik yang positif atau negative dari linhkungan. Misalnya pada masa perkembangan fetus dimana fisiologinya akan mudah dipengaruhi oleh berbagai factor.


C. Jenis Tumbuh Kembang

1.  Fisik

    Meliputi perubahan ukuran, fungsi organ padas individu.

2.   Intelektual

a.  Kepandaian berkomunikasi dan menangani materi yang bnersifat abstrak dan   simbolik, seperti berbicara, bermain, berhitung dan membaca.

b.   Berkaitan dengan kematangan neurologik dan perilaku

3.   Emosional

      bergantung pada kemampuan bayi unuk:

a.    Membentuk ikatan batin

b.    Bercinta dan berkasih saying

c.    Mengani kegelisahan akibat suatu frustasi

d.    Mengelola rangsangan



Faktor-faktor adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak pada umumnya, adalah :
1.   Bayi dengan berat badan lahir yang rendah (kurang dari 1.500 gram).
2.  Bayi kurang bulan (premature) dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu.
3.  Bayi dengan gangguan kesehatan dalam masa perinatal (mulai dari usia kehamilan 28 minggu sd usia 7 hari), seperti : sindroma gawat napas, hiperbilirubinemi (kuning) atau keadaan lain yang memerlukan transfusi tukar, kejang pada bayi baru lahir dan radang selaput otak.
4.  Bayi dengan infeksi bawaan (congenital): cytomegalovirus, toxoplasma, rubella and syphilis.
   
   Pada bayi – anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang, seperti :
1.   Bayi dengan kelainan bawaan seperti sindroma Down atau Trisomi 21.
2. Anak dengan keterlambatan kemampuan berbicara atau gangguan berkomunikasi, gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan.
3. Bayi dan Anak dengan keterlambatan sistem motorik, seperti: terlambat duduk, terlambat berjalan.
4.  Anak dengan kesulitan belajar.
5.  Anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif. 

Thursday, February 11, 2016

TUMBUH KEMBANG ANAK 0-5 TAHUN



TUMBUH KEMBANG SI BUAH HATI



Pasti ayah dan bunda menginginkan si buah hati memiliki tumbuh kembang yang baik dan berkualitas serta optimal buat si buah hati, setiap hari ayah dan bunda memantau tumbuh kembang si buah hati. Buat ayah dan bunda yang belum tahu apa itu tumbuh kembang baikla kita bahas apa itu tumbu kembang, Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat  diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran. (wong, 2000)

Tumbuh kembang si buah hati di pengaruhi beberapa faktor :

1.    Faktor genetik Merupakan faktor keturunan secara genetik dari orang tua kepada anaknya. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang hidup manusia, dapat menentukan beberapa karkteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata,  pertumbuhan fisik, dan beberapa keunikan sifat dan sikap tubuh seperti temperamen.
2.    Faktor Lingkungan
3.  Faktor status sosial ekonomi, bila anak yang lahir dengan status ekonomi yang mencukupi biasanya gizinya tecukupi, dibandingkan status ekonomi yang rendah.
4.   Faktor nutrisi, nutrisi sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang si buah hati.
5.  Faktor kesehatan, Pada anak dengan kondisi tubuh yang sehat, percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah. Namun sebaliknya, apabila kondisi status kesehatan kurang baik, akan terjadi perlambatan.




Tahapan Tumbuh Kembang
           
    I. Infant ( 0-12 Bulan )
a.  Umur 0-6 bulan
1.    akan Pertumbuhan fisik pada bayi yang lahir cukup bulan berat badan akan menjadi 2 kali berat badan waktu lahir pada bayi umur 5 bulan. Berat badan bayi 0-6 bulan setiap minggunya berat badan akan bertambah 140-200 gr. Sedangkan panjangnya setiap bulannya bertambah 2,5 cm/bln.

2.      Perkembangan
a)   Perkembanagan motorik
Telapak tangannya menggenggam tidak kuat kecendrungan tangan kemulut, tangan tidak mengepal setiap saat, kadang-kadang tangan terbuka, melihat objek yang ada diatas kepalanya, ingin mendapat objek tersebut tetapi tidak bias mengenggam walaupun sudah ditangan, dan pada umur 4-6 bulan, bayi akan lebih sering mengguling. Lebih dapat menahan berat badan pada saat didudukan, mulai mengambil benda tapi sering lepas dengan menggunakan tanagan mengepal, akan menyokong berat badan pada saat posisi tengkurap.

  b)   Perkembangan bahasa
Pada umur 0-3 bulan bayi akan menangis, bermain dengan suara tenggorokan dan mulai belajar vocal. Pada umur 3-6 bulan bayi akan mencari suara yang adsa diruangan, mangarahkan pandangan kepada arah suara.

 c)   Perkembangan kognitif
Pada umur 0-3 bulan memiliki refleks dan tingkah laku yang halus, mul;ai mengulang gerakan yang menyenagkan (menghisap ibu jari). Pada umur 3-6 bulan bayi akan mengenali wajah objek yang lama, ketrampilannya akan bertambah seperti menggenggam dan mengunyah.

b    Umur 6-12 bulan

1). Pertumbuhan fisik
berat badan bayi umur 6-12 bulan menjadi tiga akalidari berat badan bayi waktu lahir dalam satu tahun pertma, berat badan ini mengfalami pertambahan 85 sampai 140 gr/mgg, sedangkan tingggi badannya bertambah 1,25 cm ( 0,5 inc/bln). Panjang bayi akan meningkat kira-kira 50% pada akhir pertumbuhan pertma.

2)      Perkembangan
a)   Perkembangan motorik
Bayi dapat memindahkan objek dari suatu tangan ketangan yang lain, sudah dapat menggapai objek dan menggenggam dengan baik, dapat berdiri dengan dipegangi, dapt duduk.
Sendiri tanpa dibantu, dapat meranagak, mera,bat, berjalan sambil berpegangan.

b)  Perkembangan bahasa
Bayi dapat tertawa dan berteriak, dia dapat menikmati suaranya sendiri, berbicara dengan mainan, mengucapkan kata-kata kombinasi (mama,papa)

c)   Perkembangan kognitif
Bayi dapat meniru suara dan gerakan tangan sederhana melihat objek dan tertarik menjatuhkannya, berkembang kesadaran adanya arti dan akhir dai hubungan, menunjukan pertambahaan perilaku.

d)     Perkembangan psikososial
Bayi dan tahap oral, sebaiknya kebutuhan dipenuhi dengan segera, untuk membangun kepercayaan dapat dilakukan sdengan sentuhan, kehangatan dan kelembutan.
Bayi juga dapat bermain dengan orang lain dapat dimotifasi dengan keinginan bersenang-senang dan mendapatkan kesenangan yang berhubungan dengan oranglain.

         II. Toodlers ( Umur 1-3 Tahun )

a.   Pertumbuhan fisik
Pada bayi berat badan akan meningkat 4 kali pada umur 2,5 tahun dimana setiap tahu akn bertanbah 2-3 kg sedangkan tinggi badan bertambah panjang kira-kira 50% dari panjang badan umur 1 tahun umtuk tahun keduanya. Sedangkan pada umur ke-3 penambahan sekitar 6-8 cm.

1)      Perkembangan motorik
Anak pada usia 12-18 bullan dapat berdiri sendiri, berjalan dengan tegak, dapat menumpuk 2 balok keatas, minum dengan cangkir, buang air kecil lebih teratur. Sedangkan pada umur 18-24 bulan sudah dapat duduk sendiri pada kursi yang kecil, mendorong dan menarik bola kedepan, menyusun bangunan 3-4 balok, menggunakan sendok makan tanpa jatuh , mencoba membuat garis. Untuk umur 2-3 tahun dapat berjalan berjinjit, menyusun 7-8 balok, memegang pensil dengan baik, naik tangga, menaruh pensil kedal;am botol, memakai  sepatu sendiri.

2)      Perkembangan bahasa
Pada usia 12-18 bulan suara lebih keras, menggelengkan kepala saat tidak setuju, mengatakan kata-kata sederhana secara berulang-ulang, pada umur 18-24 bulan dapat menyebutkan bagian tubuh dan nama benda, menggunakan kata tunggal, mengikuti langsung contoh kalimat, sedangkan pada umur 2-3 tahun dapat mengetahui satu warna, menyebutkan nama lengkap, nama panggilannya sendiri, mengerti arti lelah dan lapar, aktif bertanya dan berbicara, penambahan artikulasi.

3)      Perkembangan kognitif
Pada umur 3 tahun dia dapat bermain imajinasi sendiri, mengetahui jenis kelamin sendiri, dapat memanjat dengan kaki bergantian, malatakkan kedua kakinya pada masing-masing tangga sambil melompat. Anak-anak pada usia 3 tahun mempunyai keinginan yang besar untuk bebas melakukan hal-hal yang disukainya. Pada umur 4 tahun dia dapat mengerti panjang dan pendek, berat dan ringan dapat meneruskan imajinasi dan bercerita mencakup fantasi dan realita, dapat menuliskan nama lengkap, dapat menyebutkan umurnya sendiri, anak laki-laki pada usia ini sering bertengkar secara fisik meliputi menendang, memukul, menggigit, sedangkan anak perempuan lebih suka berteriak pada temannya ketika tidak setuju. Sedangkan pada usia 5-6 tahun dia dapat mengidentifikasikan warna, mulai lancer untuk berbicara mengklasifikasikan benda menurut karektiristiknya.



Stimulasi tumbuh kembang adalah kegiatan untuk merangsang kemampuan dan tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh ibu dan keluarga untuk membantu anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

Hal-hal yang diperhatikan dalam pemberian STIMULASI tumbuh kembang anak yaitu : Mengajar/melatih anak dalam berbagai kegiatan seperti; bermain, berlari, menari, menulis, menggambar, makan/minum sendiri, membantu orang tua, menghitung dan membaca. Pemberian stimulasi dilaksanakan secara bertahap, berkelanjutan dan terus menerus. Menggunakan benda atau barang/alat yang ada disekitar anak dan tidak berbahaya bagi anak. Jangan memaksa apabila anak tidak mau melakukan kegiatan stimulasi demikian pula bila anak sudah bosan. Beri pujian setiap anak berhasil melakukan kegiatan stimulasi yang sesuai dengan tingkat umurnya. Stimulasi dilakukan dengan penuh kasih sayang dan dalam suasana yang menyenangkan.

       III. Pemantauan Perkembangan Anak Usia 3–4 Tahun

Pada usia 4 tahun anak sudah bisa melakukan :
Ø      Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga;
Ø      Berjalan pada jari kaki (berjinjit);
Ø      Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri;
Ø      Menggambar garis silang;
Ø      Membuat gambar lingkaran;
Ø      Menggambar orang hanya kepala dan badan;
Ø      Mengenal sedikitnya satu warna;
Ø      Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya;
Ø      Mematuhi peraturan permainan sederhana.

Jika ada yang belum dapat dikerjakan anak, maka yang ibu perlu lakukan adalah memberi stimulasi lebih sering stimulasi dini yang bisa dilakukan dirumah. Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang diperkirakan mampu dia kerjakan, misalnya :
1.     Melompat dengan satu kaki
2.  Latih anak cara memotong/ menggunting gambar-gambar, Mulai dengan gambar besar
3.    Latih anak mengancingkan kancing baju
4.   Latih anak dalam sopan santun, misalnya berterima kasih, mencium tangan dan sebagainya.

         IV. Pemantauan Perkembangan Anak Usia 4–5 Tahun

Pada usia 5 tahun anak sudah bias melakukan :
1.     Melompat dengan satu kaki dan menari
2.    Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan
3.    Menggambar segi empat dan segi tiga
4.    Bicara dengan baik/pandai bicara
5.    Dapat menghitung jari-jarinya
6.    Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
7.    Mengenal minimal 4 warna
8.    Membedakan besar dan kecil
9.    Mendengar dan mengulang hal-hal penting dalam cerita
10. Mencuci tangan sendiri.

Stimulasi dini yang dapat dilakukan dirumah untuk anak usia 4-5 tahun. Beri kesempatan agar anak dapat melakukan hal yang diperkirakan mampu dia kerjakan, misalnya :melompat tali, main engklek, dsb. Melatih anak melengkapi gambar misalnya : menggambar baju pada gambar orang atau menggambar pohon, bunga pada gambar rumah, dsb. Jawablah pertanyaan anak dengan benar, jangan membohongi atau menunda jawabannya. Ajak anak dalam aktivitas keluarga seperti berbelanja ke pasar, memasak, membetulkan mainan.



Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk anak usia 3-5 tahun yakni :

§ Ukur LIKA sekurang-kurangnya 1 kali setiap tahu;
§ Timbang berat badan setiap bulan;
§ Minta kapsul vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus;
§ Teruskan mengawasi dan membimbing anak dalam memelihara kesehatan gigi;
§ Hindari : kebiasaan buruk (mengisap jempol), makan permen, coklat;
§ Teruskan pemberian makanan keluarga, makanan selingan bergizi dan buah-buhan segar.

Alat permainan yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan anak usia 3-5 tahun yaitu :

  Berbagai benda dari sekitar rumah seperti piring, gelas, sendok plastik;
  Buku bergambar, majalah anak-anak;
  Alat gambar dan tulis menulis;
  Kertas, gunting, air;

  Alat permainan yang bisa dipakai bersama seperti congklak, kotak pasir, bola, tali, dsb.